Kenapa karakter jadi orang lain setiap kali digambar
AI pembuat gambar membaca ulang prompt dari nol untuk setiap gambar. AI tidak mengingat wajah yang digambar sebelumnya. Wajah yang cocok dengan "gadis berambut hitam panjang" jumlahnya tak terbatas, jadi selama Anda hanya mengandalkan teks, setiap kali yang terpilih adalah orang yang berbeda.
Menuliskan nama karakter pun tidak membantu. Bagi AI, nama hanyalah deretan huruf tanpa makna dan tidak bisa menunjuk "gadis yang tadi". Kalau ingin wajahnya tetap sama, selain teks Anda perlu memberikan gambar yang bisa menunjuk "wajah ini" setiap kali.
Cara 1: jadikan gambar yang diadopsi sebagai acuan, bukan teks
Di CromStudio, setelah mendaftarkan penampilan karakter, Anda membuat model sheet empat sudut (depan, serong, samping, dan seluruh badan) lalu "mengadopsi" yang Anda sukai. Model sheet yang diadopsi menjadi gambar acuan karakter itu, dan diberikan sebagai referensi setiap kali membuat gambar manga, adegan anime, gambar adegan cerita, dan ilustrasi berdiri untuk obrolan.
Yang penting adalah menetapkan satu gambar acuan saja. Jika Anda membuat banyak kandidat dan memakai yang berbeda di tiap adegan, masing-masing menjadi acuan tersendiri dan hasilnya kembali tidak seragam. Buat ulang model sheet sampai Anda puas, adopsi, lalu baru lanjut ke tahap berikutnya.
Cara 2: tulis penampilan sampai ke ciri yang bisa dikenali
Walau sudah ada gambar acuan, deskripsi penampilan yang samar membuat detailnya bergeser. Yang paling mudah berubah adalah gaya rambut dan aksesori. Di tab penampilan pada editor karakter, selain wajah, rambut, mata, dan bentuk tubuh, tulis catatan penampilan dengan konkret.
- Tulis gaya rambut sampai cara mengikatnya (bukan "kuncir dua", tapi "rambut hitam dikuncir dua di atas kedua telinga")
- Masukkan 2-3 ciri yang membuat orang langsung tahu "itu dia", seperti belahan poni, letak tahi lalat, atau aksesori yang selalu dipakai
- Jangan lewatkan warna rambut dan warna mata (kalau dilewatkan, warnanya berubah setiap kali dibuat)
- Jangan menumpuk terlalu banyak ciri (kalau terlalu banyak, ciri-ciri itu saling menutupi dan tidak ada yang dipatuhi)
Cara 3: kalau usia atau wujudnya berubah, buat sebagai karakter terpisah
Jika Anda meminta masa kecil dalam kilas balik atau wujud setelah transformasi lewat teks seperti "karakter yang sama saat berusia 10 tahun", sementara gambar acuannya sosok dewasa, yang digambar tetap orang dewasa. Saat gambar acuan dan teks bertentangan, AI biasanya mengikuti gambar. Sebaliknya, kalau gambar acuan dilepas, hasilnya jadi orang lain yang tidak ada hubungannya.
Jika ada masa ketika wujudnya jelas berubah, daftarkan karakter terpisah untuk tiap wujud, misalnya masa kecil, remaja, dan sekarang, lalu buat model sheet untuk masing-masing. Di setiap adegan, tampilkan karakter dari masa yang sesuai.
Cara 4: tulis apa yang digambar, bukan "jangan gambar"
Instruksi berbentuk larangan seperti "jangan gambar orang lain" atau "jangan ada tulisan" hampir tidak berpengaruh dalam pembuatan gambar. Kata yang ditulis dalam larangan itu bahkan bisa ditangkap sebagai objek yang harus digambar.
Sebagai gantinya, tulis dalam bentuk positif apa saja yang tampak di layar. Dengan menjelaskan secara konkret apa yang ada di tempat yang biasanya berisi orang, seperti "Di kelas hanya ada dia seorang. Semua bangku di belakang kosong", tokoh tambahan dan orang asing yang menyelinap ke gambar jadi berkurang.
Cara 5: kunci pakaian sebagai padu padan
Walau wajahnya tetap, kalau pakaiannya berubah di tiap adegan, karakter terlihat seperti orang lain. Jika ada pergantian pakaian seperti seragam sekolah, baju sehari-hari, atau baju tempur, daftarkan kostum di Pustaka Aset lalu gabungkan dengan karakter sebagai padu padan.
Pada persiapan produksi anime, padu padan yang dipakai di setiap adegan ditetapkan otomatis berdasarkan isi episode dan dipakai sebagai referensi adegan itu. Adegan yang penetapannya keliru bisa dipilih ulang secara manual dari bahan referensi. Pilihan manual tidak akan tertimpa meskipun persiapan produksi diulang.
Cara 6: periksa gambar pertama sebelum membuat banyak
Dengan pengaturan yang sama pun, cara gambar menjadi kacau berbeda tergantung tempat dan komposisinya. Di tempat yang wajar ada orang, seperti ruang kelas atau lorong, orang yang tidak diminta bisa muncul di latar belakang. Gaya gambarnya juga bisa bergeser ke goresan yang berbeda dari halaman lain karya itu.
Sebelum membuat sekaligus, buat satu gambar saja dan periksa wajah, gaya rambut, pakaian, gaya gambar, dan orang tambahan. Jika ada yang kacau, tentukan dulu apakah yang diperbaiki catatan penampilan, instruksi adegan, atau referensinya, lalu buat ulang. Kalau ketahuan di gambar pertama, pengulangannya cukup beberapa gambar saja.